<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk aryakelana bimantara</title>
	<atom:link href="http://aryakelana.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aryakelana.wordpress.com</link>
	<description>laki-laki biasa yang mencoba mencari makna hidup</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Oct 2009 14:55:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di KAMMI dan Tradisi Intelektual (yang ) Malu-Malu oleh Syamsudin Kadir</title>
		<link>http://aryakelana.wordpress.com/2006/01/25/kammi-dan-tradisi-intelektual-yang-malu-malu/#comment-145</link>
		<dc:creator>Syamsudin Kadir</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 14:55:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryakelana.wordpress.com/2006/01/25/kammi-dan-tradisi-intelektual-yang-malu-malu/#comment-145</guid>
		<description>Telah terbit buku Merekayasa Masa Depan: Sebuah Refleksi Untuk Aksi (Bandung, 2009)


Kata Pengantar Tokoh,


Oleh: Fahri Hamzah, SE, ME
(Deklarator dan Ketua Umum KAMMI Pusat 1998)


Anak muda asal Nusa Tenggara yang munuliskan langit pemikirannya dalam buku ini adalah monumen kecil yang tertanam antara tahan-tahun masa transisi kita. Sepuluh tahun usia reformasi sudah berlalu, kini bangsa Indonesia memasuki sepuluh tahun kedua. Tantangan yang dihadapinya pun semakin kompleks, dan karena itu tidak lagi bisa dijawab secara oposisi binner. Gerakan mahasiswa harus turut terjun menyelesaikan problem bangsa dengan narasi besar yang dibawa sejak kelahirannya.
KAMMI yang dilahirkan sejak awal reformasi telah mengukir sejarah dalam posisinya yang tegas. Kini mengawali kisah sejarah dekade kedua usianya, KAMMI harus terus menyempurnakan diri dengan narasi yang radikal tetapi mudah di cerna. Bangsa ini tidak saja kehilangan orang-orang besar, tetapi juga pikiran besar. Mungkin itu maksudnya, gagasan energik dalam buku ini, penulisnya mengajak KAMMI dan bahkan bangsa ini untuk memulai menemukan formulasi kebangkitannya. Saya menganggap buku ini adalah sebuah “Pustaka ide formulasi baru bagi gerakan mahasiswa untuk (posisi dan peran) Indonesia di masa depan. Karena itu, buku ini adalah hanya layak dibaca oleh mereka yang percaya dengan apa yang mesti mereka peroleh di masa depan”.

Jazakumullah,
Selamat membaca….!


Syamsudin Kadir/Kaderisasi KAMMI 2009-2010
Cp.: 085 320 230 299 
Jl. Ahmad Yani No. 873 Kota Bandung Jawa Barat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Telah terbit buku Merekayasa Masa Depan: Sebuah Refleksi Untuk Aksi (Bandung, 2009)</p>
<p>Kata Pengantar Tokoh,</p>
<p>Oleh: Fahri Hamzah, SE, ME<br />
(Deklarator dan Ketua Umum KAMMI Pusat 1998)</p>
<p>Anak muda asal Nusa Tenggara yang munuliskan langit pemikirannya dalam buku ini adalah monumen kecil yang tertanam antara tahan-tahun masa transisi kita. Sepuluh tahun usia reformasi sudah berlalu, kini bangsa Indonesia memasuki sepuluh tahun kedua. Tantangan yang dihadapinya pun semakin kompleks, dan karena itu tidak lagi bisa dijawab secara oposisi binner. Gerakan mahasiswa harus turut terjun menyelesaikan problem bangsa dengan narasi besar yang dibawa sejak kelahirannya.<br />
KAMMI yang dilahirkan sejak awal reformasi telah mengukir sejarah dalam posisinya yang tegas. Kini mengawali kisah sejarah dekade kedua usianya, KAMMI harus terus menyempurnakan diri dengan narasi yang radikal tetapi mudah di cerna. Bangsa ini tidak saja kehilangan orang-orang besar, tetapi juga pikiran besar. Mungkin itu maksudnya, gagasan energik dalam buku ini, penulisnya mengajak KAMMI dan bahkan bangsa ini untuk memulai menemukan formulasi kebangkitannya. Saya menganggap buku ini adalah sebuah “Pustaka ide formulasi baru bagi gerakan mahasiswa untuk (posisi dan peran) Indonesia di masa depan. Karena itu, buku ini adalah hanya layak dibaca oleh mereka yang percaya dengan apa yang mesti mereka peroleh di masa depan”.</p>
<p>Jazakumullah,<br />
Selamat membaca….!</p>
<p>Syamsudin Kadir/Kaderisasi KAMMI 2009-2010<br />
Cp.: 085 320 230 299<br />
Jl. Ahmad Yani No. 873 Kota Bandung Jawa Barat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di KAMMI dan Tradisi Intelektual (yang ) Malu-Malu oleh Syamsudin Kadir</title>
		<link>http://aryakelana.wordpress.com/2006/01/25/kammi-dan-tradisi-intelektual-yang-malu-malu/#comment-144</link>
		<dc:creator>Syamsudin Kadir</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 14:54:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryakelana.wordpress.com/2006/01/25/kammi-dan-tradisi-intelektual-yang-malu-malu/#comment-144</guid>
		<description>Telah terbit buku Merekayasa Masa Depan: Sebuah Refleksi Untuk Aksi (Bandung, 2009)


Kata Pengantar Tokoh,


Oleh: Fahri Hamzah, SE, ME
(Deklarator dan Ketua Umum KAMMI Pusat 1998)


Anak muda asal Nusa Tenggara yang munuliskan langit pemikirannya dalam buku ini adalah monumen kecil yang tertanam antara tahan-tahun masa transisi kita. Sepuluh tahun usia reformasi sudah berlalu, kini bangsa Indonesia memasuki sepuluh tahun kedua. Tantangan yang dihadapinya pun semakin kompleks, dan karena itu tidak lagi bisa dijawab secara oposisi binner. Gerakan mahasiswa harus turut terjun menyelesaikan problem bangsa dengan narasi besar yang dibawa sejak kelahirannya.
KAMMI yang dilahirkan sejak awal reformasi telah mengukir sejarah dalam posisinya yang tegas. Kini mengawali kisah sejarah dekade kedua usianya, KAMMI harus terus menyempurnakan diri dengan narasi yang radikal tetapi mudah di cerna. Bangsa ini tidak saja kehilangan orang-orang besar, tetapi juga pikiran besar. Mungkin itu maksudnya, gagasan energik dalam buku ini, penulisnya mengajak KAMMI dan bahkan bangsa ini untuk memulai menemukan formulasi kebangkitannya. Saya menganggap buku ini adalah sebuah “Pustaka ide formulasi baru bagi gerakan mahasiswa untuk (posisi dan peran) Indonesia di masa depan. Karena itu, buku ini adalah hanya layak dibaca oleh mereka yang percaya dengan apa yang mesti mereka peroleh di masa depan”.


Jazakumullah, 
Selamat membaca....!

Syamsudin Kadir/Kaderisasi KAMMI 2009-2010
Jl. Ahmad Yani No. 873 Kota Bandung Jawa Barat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Telah terbit buku Merekayasa Masa Depan: Sebuah Refleksi Untuk Aksi (Bandung, 2009)</p>
<p>Kata Pengantar Tokoh,</p>
<p>Oleh: Fahri Hamzah, SE, ME<br />
(Deklarator dan Ketua Umum KAMMI Pusat 1998)</p>
<p>Anak muda asal Nusa Tenggara yang munuliskan langit pemikirannya dalam buku ini adalah monumen kecil yang tertanam antara tahan-tahun masa transisi kita. Sepuluh tahun usia reformasi sudah berlalu, kini bangsa Indonesia memasuki sepuluh tahun kedua. Tantangan yang dihadapinya pun semakin kompleks, dan karena itu tidak lagi bisa dijawab secara oposisi binner. Gerakan mahasiswa harus turut terjun menyelesaikan problem bangsa dengan narasi besar yang dibawa sejak kelahirannya.<br />
KAMMI yang dilahirkan sejak awal reformasi telah mengukir sejarah dalam posisinya yang tegas. Kini mengawali kisah sejarah dekade kedua usianya, KAMMI harus terus menyempurnakan diri dengan narasi yang radikal tetapi mudah di cerna. Bangsa ini tidak saja kehilangan orang-orang besar, tetapi juga pikiran besar. Mungkin itu maksudnya, gagasan energik dalam buku ini, penulisnya mengajak KAMMI dan bahkan bangsa ini untuk memulai menemukan formulasi kebangkitannya. Saya menganggap buku ini adalah sebuah “Pustaka ide formulasi baru bagi gerakan mahasiswa untuk (posisi dan peran) Indonesia di masa depan. Karena itu, buku ini adalah hanya layak dibaca oleh mereka yang percaya dengan apa yang mesti mereka peroleh di masa depan”.</p>
<p>Jazakumullah,<br />
Selamat membaca&#8230;.!</p>
<p>Syamsudin Kadir/Kaderisasi KAMMI 2009-2010<br />
Jl. Ahmad Yani No. 873 Kota Bandung Jawa Barat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di KAMMI dan Tradisi Intelektual (yang ) Malu-Malu oleh Syamsudin Kadir</title>
		<link>http://aryakelana.wordpress.com/2006/01/25/kammi-dan-tradisi-intelektual-yang-malu-malu/#comment-143</link>
		<dc:creator>Syamsudin Kadir</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 14:53:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryakelana.wordpress.com/2006/01/25/kammi-dan-tradisi-intelektual-yang-malu-malu/#comment-143</guid>
		<description>Telah terbit buku Merekayasa Masa Depan: SEbuah Refleksi Untuk Aksi (Bandung, 2009)

Kata Pengantar Tokoh, 

Oleh: Fahri Hamzah, SE, ME
(Deklarator dan Ketua Umum KAMMI Pusat 1998)

Anak muda asal Nusa Tenggara yang munuliskan langit pemikirannya dalam buku ini adalah monumen kecil yang tertanam antara tahan-tahun masa transisi kita. Sepuluh tahun usia reformasi sudah berlalu, kini bangsa Indonesia memasuki sepuluh tahun kedua. Tantangan yang dihadapinya pun semakin kompleks, dan karena itu tidak lagi bisa dijawab secara oposisi binner. Gerakan mahasiswa harus turut terjun menyelesaikan problem bangsa dengan narasi besar yang dibawa sejak kelahirannya. 
KAMMI  yang dilahirkan sejak awal reformasi telah mengukir sejarah dalam posisinya yang tegas. Kini mengawali kisah sejarah dekade kedua usianya, KAMMI harus terus menyempurnakan diri dengan narasi yang radikal tetapi mudah di cerna. Bangsa ini tidak saja kehilangan orang-orang besar, tetapi juga pikiran besar. Mungkin itu maksudnya, gagasan energik dalam buku ini, penulisnya mengajak KAMMI dan bahkan bangsa ini untuk memulai menemukan formulasi kebangkitannya. Saya menganggap buku ini adalah sebuah “Pustaka ide formulasi baru bagi gerakan mahasiswa untuk (posisi dan peran) Indonesia di masa depan. Karena itu, buku ini adalah hanya layak dibaca oleh mereka yang percaya dengan apa yang mesti mereka peroleh di masa depan”. 

Jazakumullah


Syamsudin Kadir/Kaderisasi KAMMI 2009-2010
Jl. Ahmad Yani No. 873 Kota Bandung Jawa Barat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Telah terbit buku Merekayasa Masa Depan: SEbuah Refleksi Untuk Aksi (Bandung, 2009)</p>
<p>Kata Pengantar Tokoh, </p>
<p>Oleh: Fahri Hamzah, SE, ME<br />
(Deklarator dan Ketua Umum KAMMI Pusat 1998)</p>
<p>Anak muda asal Nusa Tenggara yang munuliskan langit pemikirannya dalam buku ini adalah monumen kecil yang tertanam antara tahan-tahun masa transisi kita. Sepuluh tahun usia reformasi sudah berlalu, kini bangsa Indonesia memasuki sepuluh tahun kedua. Tantangan yang dihadapinya pun semakin kompleks, dan karena itu tidak lagi bisa dijawab secara oposisi binner. Gerakan mahasiswa harus turut terjun menyelesaikan problem bangsa dengan narasi besar yang dibawa sejak kelahirannya.<br />
KAMMI  yang dilahirkan sejak awal reformasi telah mengukir sejarah dalam posisinya yang tegas. Kini mengawali kisah sejarah dekade kedua usianya, KAMMI harus terus menyempurnakan diri dengan narasi yang radikal tetapi mudah di cerna. Bangsa ini tidak saja kehilangan orang-orang besar, tetapi juga pikiran besar. Mungkin itu maksudnya, gagasan energik dalam buku ini, penulisnya mengajak KAMMI dan bahkan bangsa ini untuk memulai menemukan formulasi kebangkitannya. Saya menganggap buku ini adalah sebuah “Pustaka ide formulasi baru bagi gerakan mahasiswa untuk (posisi dan peran) Indonesia di masa depan. Karena itu, buku ini adalah hanya layak dibaca oleh mereka yang percaya dengan apa yang mesti mereka peroleh di masa depan”. </p>
<p>Jazakumullah</p>
<p>Syamsudin Kadir/Kaderisasi KAMMI 2009-2010<br />
Jl. Ahmad Yani No. 873 Kota Bandung Jawa Barat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di KAMMI dan Tradisi Intelektual (yang ) Malu-Malu oleh Syamsudin Kadir</title>
		<link>http://aryakelana.wordpress.com/2006/01/25/kammi-dan-tradisi-intelektual-yang-malu-malu/#comment-142</link>
		<dc:creator>Syamsudin Kadir</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 14:50:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryakelana.wordpress.com/2006/01/25/kammi-dan-tradisi-intelektual-yang-malu-malu/#comment-142</guid>
		<description>Wahai anak muda Indonesia dan seluruh dunia...
Bangkitlah...!
Bangkitkan peradaban baru dengan membangun tradisi MEMBACA, MENULIS DAN DISKUSI kapan, di mana-mana dan dengan siapa saja...

Ayo bangkitlah...!

Syamsudin Kadir/Kaderisasi KAMMI 2009-2010
Jl. Ahmad Yani No. 873 Kota Bandung Jawa Barat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wahai anak muda Indonesia dan seluruh dunia&#8230;<br />
Bangkitlah&#8230;!<br />
Bangkitkan peradaban baru dengan membangun tradisi MEMBACA, MENULIS DAN DISKUSI kapan, di mana-mana dan dengan siapa saja&#8230;</p>
<p>Ayo bangkitlah&#8230;!</p>
<p>Syamsudin Kadir/Kaderisasi KAMMI 2009-2010<br />
Jl. Ahmad Yani No. 873 Kota Bandung Jawa Barat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Makassar, Aku datang&#8230;! oleh suke</title>
		<link>http://aryakelana.wordpress.com/2006/11/05/makassar-aku-datang/#comment-137</link>
		<dc:creator>suke</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 07:02:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryakelana.wordpress.com/2006/11/05/makassar-aku-datang/#comment-137</guid>
		<description>aQ suke, mahasiswi Semarang, asal Kota Daeng &quot;Makassar&quot;.
memangnya mas Arya habis ke Mn?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aQ suke, mahasiswi Semarang, asal Kota Daeng &#8220;Makassar&#8221;.<br />
memangnya mas Arya habis ke Mn?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Muslim Negarawan dan Relevansinya dengan Masyarakat Madani (Civil Society) oleh muslim</title>
		<link>http://aryakelana.wordpress.com/2006/12/20/muslim-negarawan-dan-relevansinya-dengan-masyarakat-madani-civil-society/#comment-132</link>
		<dc:creator>muslim</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 03:35:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryakelana.wordpress.com/2006/12/20/muslim-negarawan-dan-relevansinya-dengan-masyarakat-madani-civil-society/#comment-132</guid>
		<description>Assalamualaikum Wr. Wb.
Sebuah perubahan adalah bergerak atau mati. Jika terdapat perubahan, perubahan apakah yang dapat dijadikan sebagai acuan yang cocok ?. Sebagai seorang muslim perubahan kebaikan adalah yang didambakan, amar ma&#039;ruf dan nahi munkar. Menjalankan syari&#039;at islam secara menyeluruh adalah dasar yang harus dilakukannya. Hamasah...
Wassalamualaikum Wr. Wb.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Wr. Wb.<br />
Sebuah perubahan adalah bergerak atau mati. Jika terdapat perubahan, perubahan apakah yang dapat dijadikan sebagai acuan yang cocok ?. Sebagai seorang muslim perubahan kebaikan adalah yang didambakan, amar ma&#8217;ruf dan nahi munkar. Menjalankan syari&#8217;at islam secara menyeluruh adalah dasar yang harus dilakukannya. Hamasah&#8230;<br />
Wassalamualaikum Wr. Wb.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Sumber Daya Perikanan, Kekayaan Kita yang (masih) Merana oleh dewi</title>
		<link>http://aryakelana.wordpress.com/2006/09/29/sumber-daya-perikanan-kekayaan-kita-yang-masih-merana/#comment-131</link>
		<dc:creator>dewi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 01:52:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryakelana.wordpress.com/2006/09/29/sumber-daya-perikanan-kekayaan-kita-yang-masih-merana/#comment-131</guid>
		<description>maaf tp sumberdaya laut tidak dapat dieksploitasi tanpa batas. pengeksploitasian yg ada saat ini saja sudah berlebihan...belum jg alat tangkap yg digunakan banyak merusak habitat ikan. 
kalaupun nelayan merana itu juga karena ulah mereka, mereka melakukan destructive fishing sehingga makin kesini ikannya makin sedikit. kalau sekarang issuenya sudah bukan pemanfaatan lg melainkan sudah harus pelestarian terutama utk karang dan biota karang. mungkin sekarang saatnya beri alternatif mata pencaharian lain bagi nelayan, kasihan laut kita jika masih harus mengoptimalkan penangkapan CMIW (correct me if I wrong) terimakasih...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maaf tp sumberdaya laut tidak dapat dieksploitasi tanpa batas. pengeksploitasian yg ada saat ini saja sudah berlebihan&#8230;belum jg alat tangkap yg digunakan banyak merusak habitat ikan.<br />
kalaupun nelayan merana itu juga karena ulah mereka, mereka melakukan destructive fishing sehingga makin kesini ikannya makin sedikit. kalau sekarang issuenya sudah bukan pemanfaatan lg melainkan sudah harus pelestarian terutama utk karang dan biota karang. mungkin sekarang saatnya beri alternatif mata pencaharian lain bagi nelayan, kasihan laut kita jika masih harus mengoptimalkan penangkapan CMIW (correct me if I wrong) terimakasih&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Sumber Daya Perikanan, Kekayaan Kita yang (masih) Merana oleh hidayat rizal</title>
		<link>http://aryakelana.wordpress.com/2006/09/29/sumber-daya-perikanan-kekayaan-kita-yang-masih-merana/#comment-123</link>
		<dc:creator>hidayat rizal</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 08:48:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryakelana.wordpress.com/2006/09/29/sumber-daya-perikanan-kekayaan-kita-yang-masih-merana/#comment-123</guid>
		<description>wah..benar benar..
trimakasih saya ucapkan untuk anda karena kebetulan saya adalah pemuda yang masih duduk di bangku sma dan akan meneruskan ke jenjang perguruan tinggi , semoga  dengan adanya pemahaman ini saya bisa sedikit mengerti bagaiman potensi pemanfaatan sumber daya perairan di negara kita untuk ke depannya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah..benar benar..<br />
trimakasih saya ucapkan untuk anda karena kebetulan saya adalah pemuda yang masih duduk di bangku sma dan akan meneruskan ke jenjang perguruan tinggi , semoga  dengan adanya pemahaman ini saya bisa sedikit mengerti bagaiman potensi pemanfaatan sumber daya perairan di negara kita untuk ke depannya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tentangku oleh amirullah, skm</title>
		<link>http://aryakelana.wordpress.com/profil/#comment-122</link>
		<dc:creator>amirullah, skm</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 07:20:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-122</guid>
		<description>bang anto, kapanQi sarjana? banyak akhwat yang nunggu neeh.. jazakallah atas kehadirannya dlm undangan syukuran sarjana sy kmaren.. prestasi adalah pemberian berharga dari tuhan, manfaatkanlah sebaiki2x guna mewujudkan peradaban besar yang pernah qta mimpikan bersama di wesabbe D/12.. sukses bang!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bang anto, kapanQi sarjana? banyak akhwat yang nunggu neeh.. jazakallah atas kehadirannya dlm undangan syukuran sarjana sy kmaren.. prestasi adalah pemberian berharga dari tuhan, manfaatkanlah sebaiki2x guna mewujudkan peradaban besar yang pernah qta mimpikan bersama di wesabbe D/12.. sukses bang!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pakaian Renang Khusus Muslimah oleh Nelda</title>
		<link>http://aryakelana.wordpress.com/2007/01/18/pakaian-renang-khusus-muslimah/#comment-121</link>
		<dc:creator>Nelda</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 08:23:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryakelana.wordpress.com/2007/01/18/pakaian-renang-khusus-muslimah/#comment-121</guid>
		<description>salam..:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam..:)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
